Sebelum menguraikan banyak hal, perlu disampaikan bahwa ujicoba ini dilaksanakan secara acak ke beberapa anak di usia SD kelas 5 sampai dengan SMP kelas 3. Ternyata hasilnya sangat menarik. Anak-anak mampu memahami pola penjabaran ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah dengan metode brainstorming atau curah gagas.

Metode brainstorming sesungguhnya sangat mudah. Tom Kelley dari IDEO (pusat inovasi desain produk terbaik di dunia) yang menulis buku The Art of Innovation menyampaikan bahwa pola curah gagas membuat rapat inovasi yang melelahkan menjadi ajang permainan yang penuh persaingan dan keceriaan. “dalam mencapai inovasi, David (CEO-IDEO) selalu turut serta dalam proses brainstorming, bukan karena hal itu adalah bagian dari tugasnya, tetapi karena ia amat menyukai prosesnya” kata Tom Kelley.

Nah bila sebuah perusahaan multi-milyar dollar seperti IDEO mampu mencapai hasil bisnis yang optimal dengan proses brainstorming, mengapa kita tidak?

Anak-anak dan kata-kata

Sebelum menguraikan lebih lanjut pola dan metode brainstorming, ada hal yang perlu digarisbawahi terlebih dahulu. Bagaimana tanggapan seorang anak terhadap untaian kata? Dari pengamatan pribadi, ternyata mereka memiliki “imajinasi” untuk mengolah kata. Ini intinya. Hanya sayang, kadangkala sebagai orang tua atau kakak, atau mungkin bahkan pendidik, kita sering secara tanpa sadar melemahkan kemampuan ini yang pada dasarnya dimiliki oleh hampir semua anak. Kesalahan kita yang terbesar mungkin membuat penilaian atas struktur baku kalimat yang berlebihan. Sehingga akhirnya imajinasi anak atas kata dan kalimat menjadi terbatas atau punah.

Brainstorming anak-anak memerlukan imajinasi kata. Salah satu yayasan pendidik anak terkemuka di Amerika menyampaikan bahwa interaksi dengan anak dibawah usia 10 tahun adalah dengan membangun untaikan kata-kata yang indah dan manis. “bila anda seorang ibu, biasakanlah untuk membuat pola-pola huruf atau angka di punggung buah hati anda. Mintalah si anak untuk menebak angka atau huruf apa yang anda goreskan di punggungnya.” Kata Peter Young dan Collin Tyre dalam FUNdamental CHILD EDUCATION.

Nah, sekarang menginjak ke inti brainstorming yang sederhana untuk mengasah pola inovasi anak. Buatlah rangkaian kata di sebelah kiri dengan kata kerja misal; berdiri, duduk, jongkok, tidur, lari, dsb. Kemudian buatlah rangkaian kata di sebelah kanan dengan kata benda misal; bangku, meja, kursi, tangga, dsb. Buatlah 7 kata kerja di sebelah kiri dan 7 kata benda disebelah kanan. Nah mintalah anak-anak untuk mengkaitkan kata yang ada di kiri dan kanan membentuk kosa kata baru, misalnya bangku-lari, tangga-tidur, dsb. Kemudian kosa kata apapun yang menurut mereka merupakan kombinasi terbaik, diminta untuk menggambarnya berdasarkan imajinasi yang mereka miliki.

Pola Brainstorming sederhana

Anda akan terkejut dengan kemampuan inovasi anak yang bahkan mungkin sebelumnya hanya pendiam dan bahkan anak yang hiper-aktif. Sampai saat ini saya masih sering terkejut dengan kemampuan mereka menggambarkan imajinasi yang mereka miliki. Tidak dibutuhkan kemampuan menggambar yang baik, yang lebih dibutuhkan adalah kemampuan mereka mem-visual-kan imajinasi yang dimiliki. Seandainya kegiatan ini dilakukan pada 10 orang anak, maka anda akan melihat 10 gambar hasil imajinasi dan inovasi yang berbeda.

Pada dasarnya terdapat beragam pola untuk melakukan curah gagas atau brainstorming. Hal di atas adalah salah satu metode untuk menggali dan menigkatkan kemampuan inovasi. Masih ada lagi metode untuk meningkatkan pola logika, sosial, mental, inisiatif, dan aspek-aspek kejiwaan anak lainnya. Termasuk mendidik anak untuk mampu membangun peluang bisnis dari usia dini.

Oleh: ariexe | 26 Oktober, 2007

teknologi Mindmap

Mindmap (pemetaan otak) adalah trademark dari Tony Buzan. Author dari sejumlah buku yang terkait dengan mindmap. Beliau menuliskan tentang pola pemetaan otak yang menggunakan standar baru dengan mengikuti pola curah gagas atau brainstorm. Maksudnya; pada umumnya orang akan menuliskan suatu gagasan dalam daftar yang berurutan di sebuah notes. Tetapi mindmap memiliki bentuk yang berbeda.

Mindmap dimulai dari sebuah topik yang berada di tengah kertas, kemudian sub-topik harus disusun secara acak, tetapi wajib mengelilingi topik utama yang berada di tengah-tengah kertas. Mengapa demikian? karena mindmap mengikuti pola otak dalam menjabarkan sebuah informasi. Buku karya Tony Buzan How to Mindmap memberi edukasi yang sederhana tetapi canggih dari hal ini.

struktur mindmap

Guna mindmap?

Mindmap dapat digunakan dari anak setingkat sekolah dasar sampai dengan orang tua dengan usia di atas 55 tahun dengan NYAMAN. Fungsinya untuk membuat VR atau representasi visual dari hal-hal sederhana mulai dari rencana akhir pekan, rencana kencan (terutama bila memiliki 2 pacar atau lebih), sampai teknik pengembangan software, perusahaan, teknik presentasi, bahkan mindmap mampu menjabarkan representasi visual dari brainstorm (curah gagas) metode membuat pesawat, roket, kilang, atau apapun (selama bisa dikerjakan oleh manusia).

Mahalkah teknologi ini?

Jawabannya adalah tidak. teknologi ini dapat diterapkan dengan menggunakan selembar kertas dan sebuah pensil atau pulpen. Tetapi bila memiliki komputer, maka teknologi ini telah dijabarkan dalam bentuk software (piranti lunak), untuk itu terdapat cost yang harus dikeluarkan bila ingin memiliki software mindmap tersebut.

hubungan antara mindmap dan brainstorm?

mindmap disebut juga pemetaan pikiran, sedangkan brainstorm dalam bahasa Indonesia disebut sebagai curah gagas. Dengan demikian hubungan ter-erat kedua topik ini adalah penggunaan kapasitas otak dalam menjabarkan gagasan.

Mindmap dan brainstorm berjalan beriringan. Dalam proses brainstorm, seseorang akan dituntut untuk mengeluarkan semua gagasan sesuai dengan kapasitas wawasan dan psikologisnya. Nah, metode mindmap adalah metode yang sangat tepat untuk menjabarkan proses ttersebut dengan mudah dan efisien.

Bila pertanyaannya; masih bisakah menggunakan kertas? jawabannya Bisa! Proses brainstorm sedikit berbeda dengan mindmap. Dalam Mindmap, semua dapat dijabarkan dengan 1 lembar kertas, nah untuk menjalankan proses brainstorm perlu ditambahkan kertas tempel yang sering disebut sebagai post-it yang sebaiknya berwarna-warni. Tetapi untuk detail pembahasan brainstorm akan ditampilkan pada posting-an yang lain khusus untuk membahas masalah ini.

Mindmap dengan peluang bisnis

Sesuai dengan guna yang telah dibahas di atas, mindmap merupakan salah satu metode yang mampu memberikan visualisasi sebuah peluang dalam bisnis atau wirausaha. Di perusahaan-perusahaan inovatif dari Eropa, Jepang dan Amerika, penggunaan mindmap sudah menjadi kebutuhan dan salah satu perangkat profesional yang “strategis dan efisien” seperti yang diungkap oleh beberapa bisnisman paus (bukan kakap lagi) di tingkat dunia.

Mengapa demikian? karena mindmap dapat digunakan dimana saja dengan proses edukasi yang sederhana. Maka dari itu, sejumlah pengusaha pemilik enterprise tingkat dunia mulai dari Microsoft sampai IDEO menggunakan pola ini untuk melakukan inovasi serta ekspansi bisnis. Dengan sebuah portabel komputer seorang pengusaha tetap dapat bekerja secara efisien di manapun dia berada dan mengorganisasikan ide-nya dengan pemahaman tinggi pada stafnya yang berada di kantor pusat.
Maka jelaslah bila inovasi dan persaingan yang terjadi di dunia bisnis barat selalu memiliki peluang baru yang otomatis membuka kesempatan baru bagi tenaga ahli dan tenaga kerja-nya. Maka dari itu, tingkat pengangguran dapat tetap dalam posisi rendah. Karena selalu saja ada inovasi atas lahan usaha baru.

Apakah berarti mindmap memberikan semua solusi?

jawabannya adalah Tidak. Tetapi pola ini memberikan kemudahan dalam banyak aspek kehidupan, baik edukasi, bisnis, atau relasi. Ada 3 hal yang dapat menjadi gambaran.

  • Dalam membangun usaha baru di Indonesia yang terdiri dari anak-anak muda se-ilmu cenderung menggunakan pendekatan emosi logis dalam usaha yang dirintis bersama-sama tersebut. Kegagalan sering terjadi karena tidak seimbangnya pola komunikasi antar anggota usaha. Akibatnya terdapat gesekan kejiwaan (mood) dan akhirnya justru memperlemah komunitas yang akan dibangun, bila tidak bubar sebelum berkembang dan sukses.
  • Anak-anak Indonesia usia dini saat ini memiliki stress yang tinggi dalam mengembangkan kemampuan dan kecerdasannya. Sejumlah analisa ahli psikologi dan edukasi menyatakan bahwa metode pendidikan yang ada kurang atau tidak sesuai dengan pola pendidikan anak. Karena anak dijejali dengan beragam keilmuan yang luas dengan harapan siapa tahu berguna di masa depan. Akibatnya imitasi (peniruan) pola relaksasi yang bahkan beberapa diantaranya merupakan HAK orang dewasa sudah terjadi di usia dini. Bahkan sampai penggunaan narkoba, rokok, dan tawuran massal sudah sampai di wilayah pelajar SD sebagai perwujudan dari stress dan kurang stabilnya kejiwaan mereka.
  • Pola hubungan cowok-cewek adalah salah satu hal yang sangat menarik dan sangat penting bagi anak muda, tetapi hal itu berkembang dengan metode yang komersialis. Sehingga sering dilihat bahwa hubungan itu hanya didasarkan pada porsi perasaan yang berlebihan seperi “habis ngga cinta, habis udah bosen, habis ngga ada rasa, habis deeh…” dan habis-habisan yang lain. Ditambah lagi dengan bumbu informasi audio-visual, jadi-nya sering banget dilihat terutama di kota besar tren cewek jalan di depan sendiri sementara cowoknya mengikuti, kalo tidak dengan mobil, motor, yaa jalan. Berarti… lagi marahan. Pola imitasi tersebut juga diikuti dengan pergeseran pandangan atas karakter cewek dan cowok. Atributnya juga menjadi banyak dan semakin rumit. Akibatnya sambung putus menjadi hal biasa bahkan trend.

Dari 3 hal di atas, dimana kegunaan teknologi mindmap? Tentu saja dalam semua aspek pemikiran yang terkait dengan 3 hal tersebut. Mindmap dapat menjadi “mainan baru” yang memiliki kegunaan tinggi dalam menambal sejumlah bolongan yang tidak dapat ditambal dengan metode umum. Tetapi tentu selayaknya ditambah dengan kesiapan wawasan dan pemikiran, serta tentu saja kejiwaan untuk menjalankan hal ini.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.